Apakah Kamu Selalu Mencatat?

Mestinya aku begitu. Namun, harus diakui, aku kurang rajin mengarsip. Ketika bukti terbit datang, aku baca sekilas lalu kuletakkan di rak. Sekarang masih mendingan, ada satu bagian rak yang kusisihkan khusus untuk buku yang kukerjakan. Beberapa waktu lalu, aku mencampurnya dengan buku-buku lain. Payah memang.

Kemarin seorang teman mengirim pesan di grup, menanyakan siapa yang bisa membantunya menerjemah. Aku ragu untuk mengontak karena pertama, ada pekerjaan yang belum selesai dan butuh waktu agak lumayan untuk menggarapnya; kedua karena ada permintaan menyertakan contoh terjemahan. Nah lho!

Jadi, kupikir aku mesti sedikit meningkatkan kadar rajinku untuk mengunggah bukti terjemahan atau suntingan.

Setelah pos ini, aku akan mencoba mencicil bukti terbitku. Paling tidak sebagai pengingat untuk diriku sendiri.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s