Tag: aktivitas

Belajar Ramah pada Lingkungan

Judul: Ramah Lingkungan
Subjudul: Kurangi, Pakai Kembali, Daur Ulang
Penulis: Nuria Roca
Ilustrasi: Rosa M. Curto
Penerjemah: C. Krismariana W.
Penyunting: Deesis Edith Mesiani
Redesain: Iwan Adriansyah Hasibuan
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Ukuran: 24 x 24 cm
Tebal: 36 halaman

Ini buku ketiga dari seri Numbers of Life. Sesuai dengan judulnya, buku mengajak anak untuk lebih peduli pada lingkungan. Caranya adalah dengan menerapkan 3 R: Reuse (pakai kembali), Reduce (kurangi), dan Recycle (daur ulang).

Waktu menerjemahkan ini, aku agak bingung waktu mencari padanan istilah 3 R itu. Setahuku, istilah 3 R itu sudah populer. Jadi, akhirnya aku tetap memakai istilah itu, hanya saja aku terjemahkan masing-masing R-nya (reuse, reduce, recycle).

Ini buku yang paling aku sukai dari seri ini. Di sini anak-anak diajak untuk memilah sampah dan memanfaatkan kembali barang-barang di sekitarnya. Yang jadi masalah barangkali ketika anak melihat kondisi yang ada di masyarakat. Seperitnya masih sedikit ya yang memilah sampah. Salah satu kelemahan buku yang membahas 3 R ini adalah di Indonesia sendiri pemilahan sampah belum jadi kebiasaan. Tidak ada peraturan yang menuntut masyarakat melakukannya. Memang sudah ada tempat-tempat sampah yang membedakan antara sampah basah dan sampah kering. Tapi itu masih sedikit sekali. Dan apakah saat sudah dipilah begitu, di pembuangan sampah akhir juga diproses lebih lanjut? Aku sendiri kurang tahu.

Bagaimanapun, buku ini menarik. Sejak dini anak diajak untuk lebih peduli lingkungan.

Advertisements

Belajar Benda di Sekitar dan Materinya

Judul: Materi di Alam
Subjudul: Alami dan Buatan
Penulis: Nuria Roca
Ilustrasi: Rosa M. Curto
Penerjemah: C. Krismariana W.
Penyunting: Putri Sastra
Redesain: Iwan Adriansyah Hasibuan
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Ukuran: 24 x 24 cm
Tebal: 36 halaman

Buku ini masih satu seri dengan buku Pohon Keluarga, yaitu seri kedua dari Numbers of Life. Sesuai dengan judulnya, di buku ini anak-anak diajak untuk belajar mengenai berbagai bahan serta benda di sekitar kita. Misalnya, dari susu kita bisa memperoleh yoghurt dan keju. Dari minyak bumi, kita bisa mendapatkan bensin. Bahan plastik bisa untuk membuat wadah makanan, truk mainan, dll. Dengan begitu, anak-anak diajak untuk mengenal lebih jauh tentang benda-benda yang biasa dilihatnya.

Di bagian belakang ada aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak dengan didampingi orang tua. Selain itu ada catatan untuk orang tua, sehingga waktu membaca buku ini untuk anak, orang tua bisa lebih menjelaskannya.

Menurutku, ide buku ini cukup unik. Rasanya masih sedikit penulis buku anak-anak dalam bahasa Indonesia yang mengupas soal bahan dan benda-benda di sekitar anak-anak. Yang aku sukai dari buku ini juga karena ada bagian yang ditujukan untuk orang tua. Jadi, saat membaca buku ini bisa terjalin relasi antara anak dan orang tua.

Belajar Mengenal Silsilah Keluarga

Judul: Pohon Keluarga
Subjudul: Sejarah Keluargaku
Penulis: Nuria Roca
Ilustrasi: Rosa M. Curto
Penerjemah: C. Krismariana W.
Penyunting: Gabriella Felicia
Redesain: Iwan Adriansyah Hasibuan
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Ukuran: 24 x 24 cm
Tebal: 36 halaman

Ini buku pertama dari seri Numbers of Life. Buku ini mengajak anak-anak belajar tentang keluarganya. Tidak hanya keluarga inti, tetapi juga keluarga besarnya. Tokoh dalam buku ini bernama Martin. Dia bercerita kakek dari pihak ayahnya berasal dari Jepang. Karena merantau ia lalu bertemu dengan Nenek Margaret. Kemudian lahirlah tiga anak: Bibi Helen, Paman Paul, dan ayah Martin.

Pengenalan tentang keluarga ini dapat membantu anak lebih kenal sejarah keluarga serta peristiwa penting dalam keluarga. Misalnya dalam keluarga Martin, sang kakek bertemu neneknya ketika peristiwa kebakaran. Kakek adalah petugas pemadam kebakaran, sedangkan neneknya adalah pembuat roti. Suatu kali terjadi kebakaran di toko roti. Dalam peristiwa itulah mereka bertemu lalu jatuh cinta.

Di bagian belakang ini terdapat aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak, di antaranya membuat pohon keluarga, menggambar kerabat. Selain itu, di bagian paling akhir buku ini memuat catatan untuk orang tua. Jadi, ketika membaca buku ini anak dapat didampingi orang tua.

Menurutku, buku ini menarik. Kita jadi diajak menelusuri cerita kerabat kita, kakek-nenek, para buyut dan seterusnya. Namun, sepertinya kebiasaan membuat “pohon keluarga” itu lebih populer di Barat, ya? Di Indonesia sepertinya kurang. Bagaimanapun asyik juga sepertinya jika kita tahu kisah para leluhur kita. Siapa tahu leluhurku orang penting zaman dulu? Siapa tahu? Bisa membanggakan bukan?