Cock Up (one’s) Toe

Baru-baru ini aku merasa jatuh cinta. Jatuh cinta pada pekerjaanku sebagai penerjemah. Dulu kupikir, menjadi penerjemah itu bekalnya hanya hapal kamus. Itu dulu. Sekarang sih mikirnya, “Wiiih… gile, kamus dihapal? Emang sanggup?”

Jelas tidak. Itu tak perlu dipertanyakan lagi.

Menjadi penerjemah itu mesti rajin buka kamus. Dan untunglah sekarang zaman internet. Jadi, kalau kesandung kata/frasa/konteks yang membuat kening berkerut, senjatanya adalah googling. Sebelumnya tentu aku buka-buka kamus luring atau bongkar koleksi kamusku.

Barusan aku menemukan kata cock up his toes di salah satu teks yang kuterjemahkan. Awalnya aku mencari padanan frasa cock up. Di kamus Oxford, aku menemukan arti cock up adalah to ruin something by doing it badly, or by making a careless or stupid mistake. Jadi, kupikir ini artinya orang tersebut melakukan kesalahan konyol.

Eh, tapi tunggu dulu. Kan ada kata toe di situ. Aku bongkar-bongkar kamus lagi, tidak menemukan arti frasa cock up (one’s) toe. Aku pun googling daaan… akhirnya nemu di sini. Ternyata cock up (one’s) toes artinya to die alias orang tersebut meninggal.

Rasanya senang bisa menemukan arti kata itu. Dan itu memang cocok dengan kalimat yang kuterjemahkan. Rasanya seperti menemukan keping puzzle yang nyangkut entah di mana. 🙂

Jadi penerjemah itu asyik kan?