Tag: keluarga

Belajar Mengenal Silsilah Keluarga

Judul: Pohon Keluarga
Subjudul: Sejarah Keluargaku
Penulis: Nuria Roca
Ilustrasi: Rosa M. Curto
Penerjemah: C. Krismariana W.
Penyunting: Gabriella Felicia
Redesain: Iwan Adriansyah Hasibuan
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
Ukuran: 24 x 24 cm
Tebal: 36 halaman

Ini buku pertama dari seri Numbers of Life. Buku ini mengajak anak-anak belajar tentang keluarganya. Tidak hanya keluarga inti, tetapi juga keluarga besarnya. Tokoh dalam buku ini bernama Martin. Dia bercerita kakek dari pihak ayahnya berasal dari Jepang. Karena merantau ia lalu bertemu dengan Nenek Margaret. Kemudian lahirlah tiga anak: Bibi Helen, Paman Paul, dan ayah Martin.

Pengenalan tentang keluarga ini dapat membantu anak lebih kenal sejarah keluarga serta peristiwa penting dalam keluarga. Misalnya dalam keluarga Martin, sang kakek bertemu neneknya ketika peristiwa kebakaran. Kakek adalah petugas pemadam kebakaran, sedangkan neneknya adalah pembuat roti. Suatu kali terjadi kebakaran di toko roti. Dalam peristiwa itulah mereka bertemu lalu jatuh cinta.

Di bagian belakang ini terdapat aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak, di antaranya membuat pohon keluarga, menggambar kerabat. Selain itu, di bagian paling akhir buku ini memuat catatan untuk orang tua. Jadi, ketika membaca buku ini anak dapat didampingi orang tua.

Menurutku, buku ini menarik. Kita jadi diajak menelusuri cerita kerabat kita, kakek-nenek, para buyut dan seterusnya. Namun, sepertinya kebiasaan membuat “pohon keluarga” itu lebih populer di Barat, ya? Di Indonesia sepertinya kurang. Bagaimanapun asyik juga sepertinya jika kita tahu kisah para leluhur kita. Siapa tahu leluhurku orang penting zaman dulu? Siapa tahu? Bisa membanggakan bukan?

Secangkir Kopi Menemani Obrolan Homeschooling

Judul: Secangkir Kopi
Subjudul: Obrolan Seputar Homeschooling
Penulis: Loy Kho
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta 2008
Ukuran: 18,5 x 12,5 cm
Tebal: 262 halaman

Akhir-akhir ini istilah homeschooling mulai cukup sering terdengar di masyarakat. Sebagian orang ada yang sudah mengerti betul, sebagian lagi ada yang mengartikan homeschooling sebagai sekadar sekolah di rumah. Bagaimanapun, di Indonesia homeschooling masih belum marak.

Sebelum menyunting buku ini, aku juga kurang mengerti betul tentang homeschooling. Tetapi aku berpikir, gagasan sekolah di rumah itu tampaknya menarik. Hanya saja, untuk mengetahui betul kegiatan keluarga yang menerapkan homeschooling, aku tak tahu harus mencari di mana. Memang, di dunia maya aku sempat membaca beberapa situs di internet mengenai keluarga yang menerapkan homeschooling. Nah, setelah menyunting buku ini aku jadi lebih tahu tentang pengalaman keluarga-keluarga homeschooling.

Buku ini berisi pengalaman beberapa orang tua yang tinggal di Amerika yang menerapkan homeschooling bagi anak-anaknya. Di bagian pendahuluan, Loy Kho menyatakan bahwa lewat buku ini ia hendak mengajak pembaca untuk mengintip keluarga-keluarga homeschooling. Kebanyakan dari mereka adalah anggota kelompok FISH (Family Instructing Student at Home, yaitu perkumpulan jemaat Gereja Apex Baptist yang menerapkan homeschooling). Selain itu Loy Kho juga mengajak pembaca berkunjung ke rumah Aminah dan Anissa (keduanya nama samaran) yang menerapkan homeschooling bagi anak-anak mereka. Aminah adalah orang Malaysia sedang Anisaa orang Indonesia; keduanya bermukim di Amerika. Juga, pembaca diajak mengunjungi Kim Ashby, pendiriĀ  GIFTSNC (Giving and Getting Information for Teaching Special Needs Children; yaitu wadah bagi keluarga yang dikaruniai anak-anak berkebutuhan khusus); dan juga Ibu Lusi yang merupakan Ketua dari National Federation of The Blind di daerah Wake County; serta Ibu Sharon pendiri Spiceline dan Pendeta Scott dari Gereja Colonial Baptist di Cary, North Carolina. Karena berisi tentang pengalaman-pengalaman orang tua, maka isi buku ini lebih banyak “bercerita”, dan bukan penuturan yang kering.

Di buku ini juga disertakan mengenai legalitas hukum homeschooling di Indonesia, kurikulum homeschooling dan model kelompok-kelompok pendukung.