Tag: renungan

Where’s God?

 

Judul: Jika Allah di Mana-mana, Mengapa Aku Tak Menemukannya?
Judul asli: If God Is Everywhere Why Can’t I Find Him?
Penulis: Kimberly Sadler
Penerbit asli: Living Ink Books, imprint dari AMG Publishers, Chattagona, Tennesse, 2005
Penerbit edisi Indonesia: Gloria Graffa, Yogyakarta, November 2008
Penerjemah: Ida Budipranoto
Penyunting: C. Krismariana W.
Desain sampul & isi: Yuphita Nofihantiwi

Buku ini merupakan gabungan antara kisah pergumulan hidup dan perenungan. Sesuai dengan sub-judulnya, “merasakan kehadiran Allah saat badai hidup melanda,” penulis buku ini menceritakan badai hidup yang ia alami dan bagaimana ia sempat tak bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Di manakah Tuhan? Dia pun mempertanyakan, Jika Allah ada di mana-mana, mengapa aku tak bisa menemukannya?

Badai hidup memang bisa mengaburkan pandangan kita terhadap Tuhan. Banyak orang mengalaminya. Tetapi seperti pengalaman kakek sang penulis saat mobilnya terperosok dalam pasir halus ketika dalam perjalanan ke tempat ia memancing, sang kakek cukup menekan pedal gas dan kopling bergantian untuk memaju-mundurkan mobilnya, sampai mobil itu bisa terbebas dari jebakan pasir. “Kadang kala kamu perlu mundur dahulu sebelum maju,” demikian ujar sang kakek.

Buku ini tidak hanya berisi kisah pergulatan yang dialami Kimberly Sadler, tetapi juga diperkaya oleh kisah-kisah dari orang lain yang juga mengalami kehilangan pandangan terhadap Tuhan. Ada tujuh orang yang ikut serta menceritakan kisah mereka; masing-masing disisipkan di akhir bab. Kisah-kisah mereka ini memperkaya pengalaman sang penulis yang sudah dikemukakan sebelumnya.

Aku mendapat kesempatan menyunting hasil terjemahan buku ini. Seingatku hasil terjemahannya lumayan, yang kulakukan adalah membuat terjemahan ini menjadi lebih luwes agar enak dibaca.

Advertisements

Kenangan Natal Khas Indonesia

Judul: My Favorite Christmas
Subjudul: Rangkaian permenungan dan pengalaman unik yang membangkitkan sukacita Natal
Penulis: Tim penulis Gloria Cyber Ministries
Penerbit: Gloria Cyber Ministries, Yogyakarta
Ukuran: 13 x 17 cm
Tebal: 184

Buku ini ditulis secara keroyokan oleh 10 orang–salah satunya aku 🙂

Ide awalnya sebenarnya dari suatu pertanyaan: Mengapa kebanyakan buku Natal yang beredar di Indonesia mengambil setting dari Barat? Jadi, kebanyakan nuansanya adalah salju atau musim dingin. Padahal, di Indonesia tidak ada salju. Adanya hujan; karena Natal jatuh pada bulan Desember yang di Indonesia sedang mengalami musim hujan.

Kemudian, terpikir untuk menuliskan pengalaman Natal yang khas Indonesia. Maka, jadilah buku ini. Jadi, di buku ini tidak ada Natal yang berbalut salju, tetapi pembaca akan disuguhi Natal yang dirayakan dengan masakan opor ayam, Natal yang dirayakan di Bukit Barisan … dan sebagainya.

Buku ini isinya pengalaman kesepuluh penulis mengenai perayaan Natal yang berkesan bagi mereka masing-masing. Tentunya dengan disertai permenungan mereka juga. Natal di Indonesia memang tidak white, tapi wet… dan tentunya, ini memberi warna berbeda yang pantas untuk dituangkan menjadi kumpulan tulisan.