Waspadai Kebahagiaan yang Anda Kejar

Judul: The Happiness Trap
Subjudul: Hati-hati dengan Kebahagiaan Anda!
Penulis: Dr. Russ Harris, M.D
Penerbit edisi bahasa Indonesia: Kanisius, Yogyakarta, 2011
Penerbit edisi bahasa Inggris: Exisle Publishing Limited, Auckland, New Zealand
Tebal buku: 320 halaman
Ukuran: 15 x 23 cm

Rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa orang di dunia ini mendambakan serta mengejar kebahagiaan. Namun, pernahkah kita mencoba mendefinisikan apa sebenarnya kebahagiaan itu? Di awal buku ini (halaman 7), dikatakan bahwa kebahagiaan tidak semata-mata merasa enak. Jika demikian, tentu para pecandu narkoba adalah orang yang paling bahagia. Memang sih, perasaan enak dapat menjadi pencarian yang sangat tidak menyenangkan. Jadi, bukan kebetulan jika para pecandu narkoba selalu berusaha mempertahankan “kondisi” bahagia mereka. Untuk mendapatkan efek emosional yang kita sebut-sebut sebagai kebahagiaan, sebagian besar dari kita punya kecenderungan untuk terikat pada perilaku yang sebenarnya kebalikannya dan kemudian merasa konyol serta tidak puas dengan hasil yang ditimbulkannya.

Buku ini ditulis berdasarkan pendekatan ACT. ACT adalah singkatan dari Acceptance and Commitment Therapy. ACT mengajarkan cara untuk melemahkan pergulatan, penghindaran, dan kehilangan momen. ACT diciptakan di Amerika Serikat, oleh psikolog Steven Hayes dan lebih jauh dikembangkan oleh beberapa koleganya, di antaranya Kelly Wilson dan Kirk Stroshal. ACT ini secara mengherankan efektif untuk membantu para pasien yang punya beragam masalah, mulai dari depresi dan kecemasan sampai nyeri kronis serta bahkan kecanduan narkoba. Keefektifan ACT ini sudah diuji coba oleh psikolog Patty Batch dan Steven Hayes yang menderita schizophrenia kronis. Terapi ACT yang diterapkan selama empat jam pada pasien itu bisa mengurangi angka masuknya kembali sang pasien ke rumah sakit sampai setengahnya. ACT punya tujuan untuk membantu kita memiliki hidup yang kaya, memuaskan, dan bermakna, serta secara efektif menangani rasa sakit yang kita hadapi.

Buku ini terbagi dalam tiga bagian besar. Bagian pertama, yang berjudul “Menciptakan Kebahagiaan Semu” membantu kita mengenali sebenarnya kekeliruan apa yang kita lakukan saat mengejar kebahagiaan. Selain itu di sini kita belajar mempelajari apa itu kebahagiaan semu yang banyak menjerat sebagian besar dari kita. Bagian kedua, yang berjudul “Mengubah Dunia Batin Anda” berisi langkah-langkah yang bisa dilakukan saat menerapkan ACT. Di sini pembaca bisa belajar mengubah hubungan kita dengan pikiran serta perasaan kita secara mendasar, tidak berusaha menghindari atau menyingkirkan pikiran dan perasaan yang menyakitkan. Pembaca bisa belajar cara baru untuk memangkas dampak dari pikiran dan perasaan yang menyakitkan tersebut, sehingga secara dramatis bisa mengurangi pengaruhnya dalam hidup. Adapun bagian ketiga, yang berjudul “Menciptakan Kehidupan yang Layak Dijalani” pembaca bisa menciptakan hidup yang kaya dan bermakna setelah tak lagi mengejar pikiran dan perasaan bahagia. Dengan demikian, vitalitas kita akan meningkat dan akan timbul kepuasan mendalam yang berlangsung terus-menerus.

Saat menerjemahkan buku setebal 320 halaman ini, saya tidak mengalami kesulitan yang berarti. Saya pun belajar banyak dari prinsip dan langkah-langkah ACT. Saat proses menerjemahkannya, suatu kali saya berjalan-jalan ke Gramedia Matraman, Jakarta. Di bagian rak buku impor, saya mendapati buku ini termasuk buku yang direkomendasikan. Saya jadi semakin bersemangat saat mengerjakan terjemahannya. 😀 Saya berharap buku ini bisa membantu banyak orang yang mengalami masalah atau sakit, karena menurut saya langkah-langkah ACT dalam buku ini cukup detail dan jelas, serta bisa langsung dipraktikkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s